Organel Sel dan Fungsinya pada Tumbuhan dan Hewan

Organel sel adalah komponen-komponen padat penyusun sel yang berada di dalam sitoplasma. Fungsi organel sel sangat beragam dan memiliki tugas masing-masing untuk keberlangsungan hidup organismenya, baik hewan maupun tumbuhan.

Sebelum membahas perbedaan dan organel sel dan fungsinya tumbuhan dan hewan, kamu dapat memahami sel dan strukturnya terlebih dahulu. Berikut penjelasan mengenai sel dan strukturnya yang dikutip dari Seri IPA Biologi SMP kelas VII oleh Deswaty Furqonita.

Organel Sel dan Fungsinya pada Tumbuhan dan Hewan

Jika hewan dan tumbuhan disebut dengan organisme, organisme ini disusun atas beberapa sistem organ yang saling bekerja sama.

Kemudian, sistem organ juga memiliki beberapa organ di dalamnya yang terdiri dari beberapa jaringan dan tersusun dari ribuan sel. Agar lebih mudah, berikut urutannya dari organisme hingga sel.

Berdasarkan urutan tersebut, dapat diketahui bahwa sel merupakan unit terkecil dari organisme. Sel juga diibaratkan seperti pabrik yang memproduksi dan mengolah apa pun untuk mendukung keberlangsungan hidup organisme.

Sel terdiri atas tiga bagian utama, yakni selaput sel (membran sel), sitoplasma, dan inti sel (nukleus). Membran sel adalah pelindung isi sel yang berupa selaput. Sedangkan seluruh isi sel, yang terdiri dari sitoplasma dan inti sel, disebut dengan protoplasma.

Sitoplasma tersusun dari cairan sel beserta benda-benda sel yang hidup (organel sel). Cairan sel ini memenuhi sitoplasma dengan presentase 90 persen. Fungsi dari cairan sel tersebut adalah sebagai pelarut zat-zat kimia dan menjadi media terjadinya reaksi kimia di dalam sel.

Jenis-jenis Organel Sel dan Fungsinya

Lalu, apa saja organel sel dan fungsinya? Untuk mengetahui jawaban selengkapnya, simak tulisan ini sampai habis karena akan membahas fungsi organel sel tumbuhan dan fungsi organel sel hewan.

Organel sel hewan terdiri dari lisosom, mitokondria, sentrosom, badan golgi, retikulum endoplasma halus, retikulum endoplasma kasar, badan mikro, dan ribosom.

Sementara itu, sel tumbuhan meliputi, mitokondria, vakoula, diktiosom, retikulum endoplasma halus, retikulum endoplasma kasar, badan mikro, ribosom, plastida atau kloroplas.

Lebih lanjut, berikut fungsi organsel sel yang disadur dari buku Biologi Kelas 11 karya Gunawan dkk., dan buku Fokus Belajar Intisari Biologi untuk SMA/MA karangan Bob dan Joko.

1. Lisosom

Lisosom hanya berada di sel hewan karena fungsinya pada tumbuhan bisa digantikan dengan vakoula. Lisosom mengandung enzim hidrolitik yang berfungsi sebagai pencernaan intrasel atau untuk menghancurkan bakteri dan organel sel yang rusak.

2. Mitokondria

Fungsi mikokondria sangat penting bagi sel, sebab, ini berguna sebagai pusat pembakaran atau pernapasan sel (respirasi seluler), menghasilkan energi dan molekul pembawa energi siap pakai. Dalam memproduksi enzim untuk respirasi seluler, mitokondria bekerja secara mandiri karena memiliki DNA dan ribosom sendiri.

3. Sentrosom

Sentrosom hanya terdapat pada sel hewan. Jenis organel ini memiliki dua sentriol yang sangat berperan penting untuk pembelahan sel. Nantinya sentrosom juga akan mengatur benang-benang spindel dari hasil sentriol selama pembelahan sel. Sehingga kromosomnya dapat menempel di benang spindel dan terbagi rata ke dua sel anakan.

4. Badan golgi atau diktiosom

Sebutan untuk badan golgi sangat bermacam-macam. Pada hewan disebut dengan badan golgi, sedangkan untuk tumbuhan biasa dikenal dengan diktiosom. Secara umum badan golgi berfungsi mengeluarkan zat dan metabolisme sel.

Secara rinci, fungsi organel sel yang satu ini ialah untuk memodifikasi, mengemas, dan menyortir molekul yang terdapat di dalam sel. Kemudian akan ditransportasikan ke dalam sel atau juga dikirim ke luar sel.

Adapun molekul yang ditransportasikan badan golgi dibalut dalam vesikula. Pada sel tumbuhan, badan golgi memiliki fungsi tambahan, yakni untuk memproduksi selulosa yang menyusun dinding sel.

5. Retikulum endoplasma

Terdapat dua jenis retikulum endoplasma, yakni RE kasar dan RE halus. Bedanya, permukaan RE kasar ditempeli ribosom sehingga tampak dipenuhi oleh bintik-bintik di permukaannya. Sedangkan permukaan RE halus tidak dipenuhi ribosom, sehingga terlihat lebih halus.

Jika ditinjau dari fungsinya, RE kasar berfungsi sebagai sintesis protein. Sementara itu fungsi RE halus ialah untuk sintesis lemak, metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi racun.

6. Badan mikro

Badan mikro juga terdiri dari dua jenis, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom dapat ditemui pada sel tumbuhan dan hewan. Adapun fungsinya untuk menetralkan racun dan menghasilkan enzim katalase.

Sedangkan glioksisom hanya ada pada sel tumbuhan dan berfungsi untuk melakukan metabolisme lemak dan nantinya diubah menjadi karbohidrat.

7. Ribosom

Fungsi organel sel ribosom ialah sebagai tempat pembuatan atau sintesis protein. Hal itu karena dua komponen utama ribosom, yakni subunit besar dan subunit kecil bergabung.

Saat dua komponen ini bergabung terdapat mRNA yang berguna sebagai cetakan resep untuk membuat protein tertentu. Karena proses inilah ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.

8. Vakuola

Seacra umum vakoula berfungsi untuk membantu sel agar tumbuh membesar dan menyimpan bahan-bahan penting dan produk sisa metabolisme sel. Vakuola banyak ditemukan pada sel tumbuhan dan jarang sekali ada di sel hewan.

Vakuola pada sel tumbuhan berisi getah yang mengandung makanan dan juga zat buangan lain. Sebab itulah fungsi vakuola pada sel tumbuhan ialah sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, menampung hasil pencernaan, dan mengatur konsentrasi air.

9. Plastida (kloroplas)

Plastida hanya ada di sel tumbuhan karena pada dasarnya plastida berguna untuk membantu proses fotosintesis. Organel ini nantinya menghasilkan pigmen warna pada tumbuhan.

Plastida digolongkan ke dalam beberapa bagian, antara lain kloroplas, kromoplas, leukoplas, dan masih banyak lagi. Kloroplas mengandung klorofil dan karotenoid yang berfungsi untuk membantu fotosintesis. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan energi sinar matahari dalam membuat makanan.

Sedangkan kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen, seperti pigmen warna merah, jingga, maupun kuning. Kromoplas ini berguna untuk memberi warna pada bunga. Terakhir, leukoplas adalah plastida yang tidak berwarna dan fungsinya ialah untuk menyimpan cadangan makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar Situs Judi Slot Online Gacor Pragmatic Play​
Situs Slot Deposit Dana
JOKER123 SLOT
Situs Judi Slot Kakek Petir Terpercaya
Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1
Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1
SLOT ADMIN JARWO
Slot Deposit Dana
SLOT GACOR HARI INI
BO SLOT
SITUS JUDI SLOT ONLINE GAMPANG MENANG
Slot Deposit Pulsa
Daftar Situs Judi Slot Gacor Online Terpercaya no 1 Indonesia
Slot4D
Daftar Slot Langsung Dapat Freechip Tanpa Deposit Awal
Situs Slot Deposit Pulsa XL 10 Ribu Terpercaya​
Slot Deposit 15 Bonus 25
Slot Deposit Pulsa
Slot Bonus New Member 100 Di Awal
Daftar Slot Langsung Dapat Freechip Tanpa Deposit Awal
ottawacovidtracker
ctmastarformation3
prem ventures nsf seed grant
uptownchristmastrees
schev tempsite
numinous films
oceania harvard sig
enigmaths
microdosingpsychedelics
braddockgrease
donaldgrasse